Bone Terbaik Kedua Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2018

245

Komisi Informasi Sulsel menggelar malam Penganugerahan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2018, Jumat 21 Desember 2018 di Baruga Karaeng Pattingalloang Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka Makassar.

Dalam acara itu, KI Sulsel memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota yang masuk dalam peringkat lima besar dalam keterbukaan informasi kepada publik.

Ketua Panitia kegiatan yang juga salah seorang komisioner KI Sulsel, Andi Muh Ilham menjelaskan, sebelum menetapkan lima besar kabupaten/kota, Komisi Informasi Sulsel melakukan monitoring dan evaluasi (Monev).

Mulai dari sosialisasi program, membagi kuisioner dengan indikator pengembangan website, pengumuman informasi publik, dan penyediaan informasi publik.

Dari 24 kabupaten yang dibagikan kuisioner, hanya 18 kabupaten/kota yang mengisi dan mengembalikannya.

Tahapan selanjutnya adalah verifikasi manual dan online, kemudian presentase dengan lima indikator penilaian seperti komitmen, koordinasi, kolaborasi, dan konsistensi.

Ternyata, dari 18 kabupaten/kota yang mengisi dan mengembalikan kuisioner, hanya 15 daerah ikut proses presentase atau ekspose. Tiga daerah yang tidak ikut adalah Wajo,Jeneponto, dan Selayar.

Andi Ilham menjelaskan, setelah monev, terpilih lima daerah dengan skoring paling tinggi. Urutan pertama Kabupaten Luwu Utara dengan skor 92,8, kedua Kabupaten Bone 86,06, ketiga Kabupaten Sinjai 80,15, keempat Kota Parepare 72,72 dan peringkat kelima Kabupaten Bantaeng dengan skor 65,82.

Daerah yang masuk lima besar pemeringkatan mendapatkan sertifikat penghargaan diserahkan langsung Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo.

Selain daerah, Komisi Informasi Sulsel juga menganugerahkan penghargaan kepada badan publik yang patuh pada UU Komisi Informasi Publik dan Perki. Penghargaan diberikan kepada BPK Perwakilan Sulsel dan KPU Sulsel.

Pada momen tersebut, Kepala Dinas Kominfo SP Sulsel, Andi Hasdullah meraih penghargaan khusus dari KI sebagai Ketua Forum sekaligus Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) Utama Provinsi Sulsel.

Baca Juga :  Cara Mengarahkan Subdomain ke Hosting atau IP yang Berbeda

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengatakan Pemprov Sulsel mengapresiasi kerja-kerja KI Sulsel dalam menerapkan keterbukaan informasi di Sulsel.

“Kami berharap kabupaten/kota, lembaga, instansi hingga OPD lingkup Pemprov Sulsel makin meningkatkan implementasi informasi publik,” ungkap Ashari.

Sementara itu, Ketua KI Sulsel Pahir Halim menjelaskan penganugerahan pemeringkatan keterbukaan informasi ini untuk kedua kalinya digelar.

KI Sulsel berkomitmen kuat untuk melaksanakan tradisi positif ini. Ke depan diharapkan pemeringkatan dilakukan bukan hanya kepada badan publik daerah, namun juga lembaga pemerintah lainnya dan badan publik non negara.

Ketua Komisi Informasi Pusat yang juga hadir dalam acara itu, Arief Adi Kuswardono menekankan, di era otonomi daerah saat ini, keterbukaan informasi menjadi ujung tombak pelayanan.

Berdasarkan pengalamannya sebagai Ketua Komisi Informasi, daerah atau lembaga yang sejak awal menerapkan keterbukaan informasi akan lebih berkembang dan maju.

Sejumlah kepala daerah, terkhusus yang daerahnya masuk lima besar hadir pada acara tersebut. Diantaranya, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Walikota Parepare Andi Taufan Pawe, Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong.

Komisioner KI Sulsel juga jadir dengan formasi lengkap diantaranya Ketua KI Sulsel Pahir Halim, komisioner Andi Muh Ilham, Abd Kadir Patwa, Aswar Hasan, dan Radhiah Tanrere.

Hadir pula Kepala Sekretariat Komisi Informasi Sulsel Badaruddin dan sejumlah OPD lingkup Pemprov Sulawesi Selatan.