Anak itu Menangis di Hadapan Ibunya

25

Seorang anak bertengkar dengan ibunya dan meninggalkan rumah

Saat berjalan tanpa tujuan Ia baru sadar bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ia lapar sekali, ingin makan.

Condeng pemilik warung melihat anak itu berdiri cukup lama di depan warungnya, lalu bertanya

“Nak, apakah Engkau ingin Memesan makanan?”

“Ya, tapi aku tidak Punya Uang,”
jawab anak itu dengan malu-malu.

“Tidak Apa-apa, aku Akan Memberi Gratis”.

Anak itu Segera Makan. Kemudian air Matanya mulai Berlinang.

“Ada apa Nak?”
tanya Condeng Pemilik Warung.

“Tidak apa-apa, Aku Hanya terharu Karena Seorang yang Baru Kukenal Memberi aku makan sedangkan Ibuku telah Mengusirku dari rumah.

Kamu seorang yang Baru Kukenal tapi Begitu Peduli Padaku.

Condeng Pemilik warung itu berkata,

Nak,

Mengapa kau Berpikir Begitu ; *Renungkan hal ini,*
Aku Hanya Memberimu semangkok bakmi dan Kau begitu Terharu,
… Sedangkan …
Ibumu telah Memasak nasi lauk, dll Setiap Hari sampai Kamu Dewasa,
* … Harusnya kamu Berterima Kasih Kepadanya …*

Anak itu Kaget Mendengar Hal tersebut.

Mengapa untuk semangkok bakmi dari orang yang baru ku kenal, aku begitu berterima kasih,
Tapi …
Terhadap Ibuku yang Memasak Untukku Selama Bertahun-tahun, Aku tak Pernah Berterima Kasih

Anak itu Segera Bergegas Pulang

Begitu Sampai di Ambang Pintu rumah, ia Melihat Ibunya dengan Wajah Cemas

Ketika melihat anaknya, kalimat pertama-tama yang keluar dari mulutnya adalah “Nak”,  kau sudah pulang, cepat masuk, Ibu telah menyiapkan Makan Malam

Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya,  dan menangis di hadapan Ibunya

SAHABATKU …
Kadang satu kesalahan, membuat kita begitu mudah melupakan kebaikan yang telah kita nikmati tiap hari

Sekali waktu kita mungkin akan sangat berterima kasih untuk suatu pertolongan kecil yang kita terima.

Namun kita sering tidak sadar dan lupa berterima kasih akan kebaikan-kebaikan dari orang-orang yang sangat dekat dengan kita.

Berterima kasihlah kepada :
Ayah – Ibu  kita
Isteri – Suami kita
Pegawai rumah tangga kita
Pegawai di kantor kita
Semua orang-orang terdekat dengan kita

Hidup itu indah, kalau kita pandai berterima kasih dan bersyukur, dan
belajar menerima apa adanya

Ketika gelap baru tersadarkan apa arti dari terang, ketika kehilangan
baru tersadarkan arti dari memiliki

Ketika berpisah baru tersadarkan arti dari kebersamaan

Kemarin sudah tiada, besok belumlah tiba, kita hanya punya satu hari, yaitu hari ini

Jangan sesali yg telah berlalu, itu perbuatan sia-sia

Syukuri apa yang telah dimiliki, agar kebahagiaan selalu berada di sisi kita

Dalam kehidupan nyata, kadang kita suka mempermasalahkan hal yang kecil yang tidak penting , sehingga akhirnya merusak nilai yang besar

Persahabatan yang indah selama puluhan tahun berubah menjadi permusuhan yang hebat, karena sepatah kata pedas yang tidak disengaja

Keluarga yang rukun dan harmonis pun bisa hancur hanya karena perdebatan kecil yang tidak penting

Yang remeh kerap dipermasalahkan,
tetapi yang lebih penting dan berharga lupa dan terabaikan

Seribu kebaikan sering tidak berarti, tapi setitik kekurangan diingat seumur hidup

Mari belajar menerima kekurangan apapun yang ada -dalam kehidupan kita, bukankah tak ada yang sempurna di dunia ini ?

Sehati bukan karena saling memberi,
tetapi sehati karena saling memahami

Betah bukan karena mewah tetapi betah karena saling mengalah

Indah bukan karena selalu mudah,
tetapi indah karena dihadapi bersama setiap kesusahan

Nyaman bukan karena selalu senang, tetapi nyaman karena mengakui dan memaafkan

Bersama bukan karena selalu berkumpul, melainkan bersama karena suatu saat kita berpisah ….

BONE HARI INI, 16-10-2018

BAGIKAN