TIDUR PANJANGKU TERUSIK

TIDUR PANJANGKU TERUSIK

awalnya aku berterima kasih
sebab kau masih bersatu
mengumpul tulang belulangku
lalu kau simpan di peti mati

awalnya aku masih bangga
sebab masih terbentang merah putih
mengatapi pusara kuburku
lalu kau taburi bunga warna

memang mataku tertidur-tidur
tapi hatiku tak begitu
batu nisanku ingin merontak
kau lupa perjuangan darah merahku

kini kau tumpuk batu nisanku
lalu kau jadikan penyanggah
demi bejat politikmu yang rakus
aku bukan pahlawanmu lagi

keyakinanku kau kotak-kotak
awal kehancuran sebuah negeri
kau tumbuhkan seribu kelompok
lalu kau pisahkan dan kuasai
demi syahwat dan nafsumu

berkacalah pada lembaran hitam
sejarah kelam negeri ini
bedil penjajah tak kuasa
sebab masih ada bambu runcing

negeri luar tak mampu merontokkan
walau harus ditebus dengan nyawa
satu bukti kalau indonesia itu ada
tapi sekarang sedang apa anakku

kini kau membangunkan tidurku
mumpung masih terngiang nada
senandung bugis ininnawa
menghibur darah dan air mataku

Nusantara hari ini, 20-9-2018

(Mursalim)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSejarah Azan dan Bilal
Berita berikutnyaAZANKU TERLARANG