Falsafah Lima Jari (Lima Tebbakke)

Segala sesuatunya adalah milik Maha Pencipta mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar, mulai dari yang terlihat hingga yang tak terlihat dan mulai dari adanya persamaan hingga adanya perbedaan, semuanya memiliki manfaat dan tujuan untuk kita renungkan.

Manusia adalah mahluk yang paling sempurna dari segala mahluk ciptaan Tuhan, meskipun di dalam diri manusia terdapat sebuah kekurangan dan kelebihan. Beda halnya dengan para malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan, dan beda halnya dengan iblis yang selalu berbuat salah dan onar.

Seperti pepatah orang Bugis, “mpinru deceng rapanna engkae ri watakkale” artinya berbuat kebaikan seperti yang ada pada tubuh. Mencari kebaikan tidak perlu jauh-jauh, untuk melahirkan yang baik dibutuhkan motivasi diri, mencari sebuah inspirasi bisa belajar pada tubuh kita sendiri.

Dalam suku Bugis dikenal istilah falsafah “Lima Tebbakke” atau falasfah “Lima Jari”. Jika kelima jari bersatu ia akan kuat, manakala jari kelingking sakit, maka Jari Tengah ikut sakit. Berikut falsafah Lima Tebbakke, yaitu :

1. Indo’ Jari (Ibu Jari/Jempol)

Dalam anatomi manusia, ibu jari atau jempol adalah salah satu jari pada tangan. Jempol atau Ibu Jari berbeda dengan keempat jari lainnya karena menghadap ke arah yang berbeda, memiliki lebih sedikit buku jari, dan lebih pendek.

Ibu Jari dapat ditekuk ke bagian dalam, ke arah jemari lainnya, dan dapat dipergunakan untuk memegang suatu benda dengan menekannya ke bagian tangan atau jemari lain. Ibu Jari berfungsi sebagai penopang jika akan mengangkat benda.

Ibu Jari mempunyai makna, Dia selalu berkata baik dan sangat senang menyanjung orang-orang yang ada di sekitarnya.

2.Jari Pajjello’ (Jari Telunjuk)

Jari telunjuk adalah jari kedua pada tangan manusia dihitung dari ibu jari. Terletak antara ibu jari (jari pertama) dan jari tengah (jari ketiga). Biasanya jari tangan yang paling luwes dan peka, meskipun ukurannya bukan yang paling panjang, lebih pendek dari jari tengah, dan pada orang-orang tertentu dapat saja lebih pendek dari jari manis.

Menunjuk dengan jari telunjuk dapat digunakan untuk mengindikasikan suatu benda atau orang. Menunjuk ke arah seseorang dengan jari telunjuk dipandang kasar atau tidak sopan dalam budaya tertentu.

Jari Telunjuk bermakna, Dia senantiasa memberikan arah, Dia sangat senang menunjuk, menyuruh atau memerintah orang-orang yang levelnya di bawah.

3. Jari Datu (Jari Tengah)

Jari tengah adalah jari ketiga pada tangan manusia, terletak antara jari telunjuk (jari kedua dihitung dari ibu jari) dan jari manis (jari keempat). Biasanya adalah jari paling panjang.

Sebagian orang menganggap, meluruskan jari tengah sendirian dianggap merupakan gerakan menghina dan jorok.

Jari Tengah atau Jari Datu bermakna Dia memiliki sifat sombong, angkuh dan suka menghasut jari telunjuk.

4. Jari Ana’ Datu (Jari Manis)

Jari manis adalah jari keempat pada tangan manusia, dihitung dari ibu jari (jari pertama) atau jari kedua dihitung dari jari kelingking. Terletak antara jari tengah dan jari kelingking.

Jari Manis bermkana Dia Memiliki sifat atau karakter yang sangat pantas untuk dijadikan contoh karena sifat baik, sabar yang dimilikinya menjadikan jari manis sangat pantas untuk mengenakan cincin.

5. Ana’Jari (Jari Kelingking)

Jari Kelingking atau Ana’ Jari adalah jari kelima pada tangan manusia atau jari kedua dari Jari Tengah.

Jari Kelingking atau Ana’Jari bermakna Dia sangat lemah dan penurut namun hebatnya dia adalah ia ternyata pemaaf. Biasanya ketika kita berdamai dengan musuh, kita sering mempertemukan kedua jari kelingking.

Melalui perbedaan baik dan buruknya yang terdapat pada masing-masing jari tangan yang kita miliki bukan berarti kita harus saling membenci satu dan yang lainnya, melainkan kita harus bersatu agar lebih mudah dalam menggapai tujuan.

Kita tidak akan bisa memagang pensil jika hanya mengandalkan Indo’Jari atau ibu jari, kita tidak akan bisa mengambil makanan jika hanya mengandalkan jari tengah, dan kita tidak akan bisa membantu anggota tubuh lainnya jika terus menerus memperdebatkan kekurangan dan kelebihan yang terdapat pada masing-masing jari.

Pernahkah membayangkan jika jari Anda terdiri dari jempol semua? Atau telunjuk semua? Atau jari tengah semua? Atau jari manis semua? dan atau jari kelingking semua? Anda pasti tahu bagai mana jadinya jika semua itu terjadi.

Allah SWT Maha Adil, Maha Kuasa atas segala ciptaan-Nya, semua yang diciptakan-Nya memiliki tujuan dan manfaat bagi hamba-Nya, begitu juga dengan berbagai perbedaan yang terdapat dalam diri kita, semuanya merupakan rahmat jika kita mampu merenungkan segala makna yang terdapat di dalamnya.

Di antara lima jari itu ternyata Jari Tengah atau Jari Datu yang memiliki sifat sombong, dan angkuh. Hal ini bukan berarti tidak ada gunanya, buanglah sifat yang dimilikinya tapi ambil semangatnya.