oleh

We Banrigau Ratu Bone Ke-4 Tahun 1470-1510

Sketsa Foto We Banrigau Dilukis oleh Andi Bahrum Jahidin bersama Mursalim Tahun 2016 (Teluk Bone)

We Banrigau Daeng Marowa Makkaleppie adalah raja Bone ke-4 yang memerintah tahun 1470-1510. Ia menggantikan ayahnya La Saliyu Karampeluwa sebagai Mangkau’ di Bone.

We Banrigau digelar pula Bissu Lalempili dan Arung Majang. Ketika menjadi Mangkau’ di Bone, We Banrigau menyuruh Arung Katumpi yang bernama La Datti untuk membeli Bulu’ Cina (gunung Cina) senilai 90 ekor kerbau jantan.

Akhirnya gunung yang terletak di sebelah barat Kampung Laliddong itu benar-benar dibelinya. Kemudian disuruhlah Arung Katumpi untuk menempati gunung tersebut dan sekaligus menjaganya.

Karena jennang (penjaga) gunung Arumpone dibunuh oleh orang Katumpi, maka digempurlah Katumpi oleh orang Bone sehingga dirampas pula sawahnya yang ada di sebelah timur dan barat Kampung Laliddong.

Kemudian saudaranya yang bernama La Tenrigora yang diserahkan Majang dan Cina, maka La Tenrigora disebut menjadi Arung Majang dan Arung Cina. Sedangkan anak pertamanya yang bernama La Tenrisukki dipersiapkan untuk menjadi raja di Bone.

Setelah kurang lebih 18 tahun lamanya dipersiapkan untuk memangku Kerajaan di Bone, maka dilantiklah La Tenrisukki menjadi raja di Bone dan menempati Saoraja Bone.

Sementara We Benrigau bersama anak bungsunya yang bernama La Tenrigora memilih untuk bertempat tinggal di Cina.

Suatu saat ketika berada di Cina, We Banrigau naik ke atas loteng rumahnya. Tiba-tiba ada api yang menyala di atas loteng (menurut keyakinan orang disebut = api dewata). Setelah api itu padam, maka We Banrigau tidak nampak lagi di tempat duduknya. Oleh karena itu, We Banrigau Daeng Marowa digelar Mallajangnge ri Cina.

Sementara itu, La Tenrisukki yang menggantikan ibunya sebagai Arumpone kawin dengan sepupu satu kalinya yang bernama We Tenri Songke, anak dari La Mappasessu dengan We Tenrilekke.

Selanjutnya