oleh

Kacang Lupa Kulitnya

Kacang Lupa Kulitnya

Bagai kacang lupa akan kulitnya: seseorang yang lupa akan asal-usulnya. Terutama seseorang yang berasal dari desa dan pergi ke kota, menjadi kaya atau memiliki jabatan tinggi, dan lupa daratan.

Dalam bahasa Bugis kacang tanah disebut canggoreng dari kata kacang+goreng. Pernahkah Anda menikmati canggoreng maddetto? Kacang tanah yang sudah digoreng pada saat dibuka kulitnya berbunyi TOK sehingga dijuluki maddetto. Tapi bukan ini masalahnya.

Menjaga bermartabat tidak harus mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Ataupun mengoleksi sebaris titel sarjana, dan jabatan menggiurkan. Karena martabat seorang manusia, sesungguhnya tidaklah ditentukan oleh semuanya itu.

Salah satu yang kerap membuat orang kehilangan martabat adalah lupa diri. Seperti kata pribahasa, bagai kacang lupa pada kulitnya. Maknanya jangan pernah melupakan budi orang yang sudah mengantarkan kita menjadi sukses.

Sekecil apapun pertolongan orang kepada kita, apalagi bila ada orang yang telah berbaik hati membantu kita menemukan jalan untuk menuju kepada kesuksesan, jangan pernah kita menjadi seperti kacang lupa pada kulitnya.

Mungkin kita tidak dapat membalas kebaikan orang yang sama, tapi setidaknya kita dapat mengaplikasikan rasa terima kasih kita, dengan menerapkan hidup saling tolong menolong kepada siapapun.

Menolong orang adalah menolong diri sendiri. Berbuat baik kepada orang lain adalah berbuat baik untuk diri kita sendiri. Karena apapun yang kita lakukan akan menggaung pada alam semesata dan akan kembali lagi kepada kita dengan berlipat ganda.

#CANGGORENGMADDETTO

Berikutnya