Daftar Bangunan Bersejarah di Kabupaten Bone

Kawasan bersejarah merupakan sebuah lokasi resmi di mana menjadi bagian sejarah terkait militer, budaya, sosial dan dilestarikan karena nilai warisan budaya tersebut.

Situs bersejarah biasanya dilindungi oleh hukum. Situs bersejarah dapat berupa bangunan, lanskap, situs atau struktur apapun yang memiliki makna lokal, regional atau nasional.

Situs bersejarah dan situs warisan sering dipelihara untuk anggota masyarakat agar dapat dikunjungi. Pengunjung dapat bernostalgia ke masa lalu, karena ingin belajar tentang warisan budaya mereka, atau minat umum untuk belajar tentang konteks situs bersejarah. Banyak situs menawarkan tur berpemandu bagi pengunjung yang dilakukan oleh staf situs yang terlatih.

Sebuah situs mungkin juga memiliki pusat pengunjung dengan arsitektur dan fasilitas yang lebih modern, yang berfungsi sebagai pintu gerbang antara dunia luar dan situs bersejarah

Dengan begitu memungkinkan pengunjung untuk mempelajari beberapa aspek bersejarah dari situs tersebut.

Sementara bangunan bersejarah merupakan bangunan yang diadakan pada masa lalu yang memiliki aspek nilai sejarah, sosial, adat dan budaya sehingga menjadi warisan yang harus dipelihara ataupun apabila mengalami kerusakan diperbaiki atau dibangun sediakala.

Berikut ini daftar bangunan bersejarah di kabupaten Bone yang masih dapat dilihat sampai sekarang.

1. Bola Subbie dibangun tahun 1871 oleh ratu Bone ke-30 We Fatimah Banri yang memerintah di kerajaan Bone ( 1871-1895). Awalnya disebut Bolampare’e, Kemudian Bola Sukki’ atau Bola Subbi’e.

2. Bola Soba dibangun tahun 1895 oleh raja Bone ke-31 La Pawawoi Karaeng Sigeri yang memerintah di kerajaan Bone (1895-1905).

Sebelumnya terletak di Lokasi Rujab Bupati kemudian pindah ke Jln. Veteran selanjutnya pindah ke Jln. Latenritatta tahun tahun 1978. Setelah itu diresmikan pada 14 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (1978-1983) saat itu, Prof Dr. Daoed Joesoef.

Tahun 1912, difungsikan Belanda sebagai penginapan dan untuk menjamu tamu Belanda. Dari sinilah awal penamaan Bola Soba yang berarti rumah persahabatan atau dalam bahasa Bugis Sao Madduppa to Pole.

Selanjutnya, tahun 1931 Bola Soba’ difungsikan sebagai Istana Sementara pada masa pemerintahan Raja Bone ke-32 La Mappanyukki (1931-1946).

Kemudian tahun 1945 menjadi markas Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS), kemudian tahun 1957 menjadi asrama TNI.

3. Museum Lapawawoi didirikan sejak 5 Januari 1971 oleh Bupati Bone, H. Suaib dan diresmikan pada tanggal 14 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Daoed Yoesoef.

4. Mess Guru dibangun tahun 1927 kemudian dibeli oleh warga keturunan Cina dan direnovasi sebagai tempat jual-jualan hasil-hasil laut seperti teripang, penyu, dll. Namun pada masa DI/TII tahun 1950 mereka tinggalkan rumah itu demi keamanan dan keselamatan.

5. Masjid Al-Muhajahidin (Masjid Tua Bone) dibangun tahun 1639 oleh La Maddaremmeng Raja Bone ke-13.

6. Masjid Raya Watampone dibangun tahun 1941 oleh La Mappanyukki Raja Bone ke-32.

7. Tugu Merdeka 1957 (Sayangnya dirobohkan)