oleh

Burasa dan Bokong Bugis

B U R A S A & B O K O N G

Burasa dan Bokong adalah makanan khas masyarakat Bugis. Penganan dua sejoli ini kerap kali kita jumpai disetiap hajatan dan di hari raya lebaran baik Idul Fitri maupun Adha.

Keduanya memang sama-sama dibungkus daun, sama-sama terbuat dari beras. Sehingga sering dianggap jenis makanan yang sama namun kenyataanya sangat berbeda.

Serupa tapi tak sama, berbahan dasar sama tapi tak berarti keduanya bisa disamakan begitu saja. Persamaan kedua makanan ini tak perlu berpanjang lebar, pokoknya ENAK.

Nah apakah saja perbedaannya?.

BURASA

Pembuatan buras diawali dengan beras yang direbus setengah matang, tapi ketika direbus, beras tersebut dicampur dengan air santan dan sedikit parutan kelapa.

Selain aroma yang wangi, buras juga memiliki rasa khas yaitu rasa gurih yang berasal dari santan dan kelapa bercampur dengan beras. Tak heran makanan ini menjadi idolaku.

BOKONG

Bokong (ketupat) dibungkus dari janur (daun kelapa muda) yang dianyam dan daun lontar yang agak muda. Bokong dalam pembuatannya, beras yang telah dicuci langsung dimasukkan ke dalam anyaman daun janur/lontar dan biasanya direbus dengan kisaran waktu 3-4 jam.

Baik burasa maupun bokong, keduanya memang berbahan dasar utama beras. Meskipun demikian, kedua makanan ini tidak serta merta bisa dikatakan sama, sebab keduanya memiliki ciri khas, rasa, dan aroma tersendiri.

Bagaimana Cara Agar Burasa dan Bokong Bisa Bertahan Seminggu Tidak Basi?

Orangtua Bugis dahulu kalau bikin burasa dan bokong yang diutamakan adalah kebersihan alat-alat yang digunakan serta cara masaknya.

Alat-alat yang digunakan seperti sendok serta wadah tempat beras benar-benar bersih dan serba kering, bahkan mereka jemur matahari sebelum digunakan supaya steril dari bakteri.

Daun lontar dan janur dijemur matahari tapi tidak sampai daun mengering. Setelah dijemur disiram dengan air mendidih 100 derajat kemudian dikeringkan lagi dengan cara digantung atau diangin-anginkan.

Bila sudah dibungkus, kemudian dimasukkan dalam uring atau belanga yang terbuat dari tanah yang benar-benar kering (tidak pengap). Lalu dimasak dengan menggunakan anglo disertai api berbahan bakar kayu/arang.

Dengan cara demikian burasa dan bokong dapat bertahan lama karena bahan dan alat yang digunakan serba bersih. Bandingkan sekarang yang serba instan hasilnya belum cukup dua hari sudah basi.

Begitu pentingnya membiasakan hidup bersih. Nenek moyang sudah mengajarkan kepada kita . Termasuk melawan SAI atau CORONA sangat mudah menangkalnya, yaitu jagalah kebersihan.

Nah, apakah sudah bikin burasa dan bokong?

Selanjutnya