oleh

Ini bukan jimat tapi tuah

Ini bukan jimat tapi tuah

* s i p a k a t a u
* s i p a k a l e b b i
* s i p a k a i n g e

Dalam masyarakat Bugis dikenal menganut banyak prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Kultur Bugis memang penuh dengan nuansa religi, hikmah, etika, dan estetika, perasaan dan kejujuran yang dihajatkan Tuhan Yang Maha Esa.

Kearifan lokal masyarakat Bugis mengandung pelajaran tentang kebangkitan dan kejatuhan, serta percaya pada takdir dan perubahan nasib.

Sipakatau :

Sipakatau merupakan sifat memanusiakan manusia. Artinya, sebagai manusia kita harus saling menghormati, berbuat santun, dan tidak membeda-bedakan dalam kondisi apapun tanpa memandang sikaya, simiskin, suku, agama, ras, dan golongan kepada sesama manusia.

Sipakalebbi :

Sipakalebbi adalah sifat saling menghargai dan memuliakan. Sifat menghargai artinya manusia merupakan makhluk yang senang jika dipuji dan diperlakukan dengan baik dan layak.

Dan sifat memuliakan memiliki arti sebagai larangan untuk melihat kekurangan yang ada pada diri orang lain. Larangan menebar aib orang lain, larangan mencela dan mencari-cari kesalahan orang lain. Larangan mencela keyakinan orang lain.

Sipakainge :

Sipakainge’ merupakan sifat saling mengingatkan sesama manusia. Hal ini tidak terlepas dari kekurangan yang dimiliki oleh manusia itu sendiri yang terkadang lupa.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita untuk saling mengingatkan satu sama lain ketika mereka lupa. Namun jangan lupa tetap memperhatikan tempat dan waktu yang paling tepat.

Itulah prinsip-prinsip yang terus diamalkan masyarakat Bugis untuk membangun pendidikan karakter, khususnya di tengah derasnya arus globalisasi. Sebab bagi masyarakat Bugis, pendidikan karakter merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan.

Prinsip dan nilai-nilai yang dianut suku Bugis sebagian besar tertuang dalam pendidikan karakter dan menjadi senjata pamungkas dalam hal pembangunan moral.

Oleh karena itu, nilai dan prinsip budaya lokal sebenarnya memiliki kaitan dengan pendidikan karakter dan moral. Jangan pernah menafikan kearifan lokal, menjunjung tinggi budaya luar kemudian menghina budaya sendiri suatu saat Anda akan jatuh terjerembab.

Moral merupakan dasar tingkah laku yang sesuai dengan norma. Orang yang bermoral mampu membedakan mana yang baik dan buruk. Moral menyangkut etika dan tutur kata yang baik dan sopan.

Selanjutnya