Isi Perjanjian Bungaya Tahun 1667

Perundingan antara pihak Kerajaan Makassar dan VOC mulai dilakukan. Beberapa kali terjadi tawar menawar diantara keduanya. Akhirnya pada 18 November 1667, penandatanganan dan pemberian cap dilakukan.

Perjanjian Bungaya (Cappaya ri Bungaya) ini sangat menekan Kerajaan Gowa. Akan tetapi, hal itu tidak dapat dielakkan karena keadaan yang semakin memburuk. Adapun inti sari dari perjanjian Bungaya, antara lain:

1. Makassar akan membayar semua
kerugian yang diderita oleh kapal-kapal
Belanda yang kandas (De Leuuwin dan
Walvish) dan semua pelaku-pelakunya
harus dihukum di depan residen VOC.

2. Compagnie (VOC) akan dapat monopoli perdagangan.

3. Orang Inggris, Denmark, Spanyol, Por-
tugis dilarang berdagang di Makassar.

4. Orang Inggris yang barang-barangnya
berada di Makassar harus diserahkan
kepada Belanda.

5. Compagnie (VOC) akan dibebaskan
dari cukai dan pajak-pajak pelabuhan.

6. Uang VOC berlaku di Makassar.
7. Semua benteng dan istana harus dilancarkan kecuali Benteng Ujung Pandang yang diperuntukkan bagi VOC dan Benteng Somba Opu yang diperuntukkan bagi penguasa Kerajaan Makassar.

8. VOC juga akan menerima ganti kerugian perang sebesar 250.000 Ringgit.

9. Kerajaan Makassar wajib membayar
denda, terdiri atas 1000 orang budak,
lelaki dan perempuan yang sehat. Baik
yang masih muda maupun yang lebih
dewasa atau uang yang nilainyasama
dengan harga jumlah budak itu.

10. Raja akan kehilangan semua hak-haknya atas Sumbawa, Buton, dan semua negeri di sekitar Celebes.

11. Pelaut dan pedagang Makassar dilarang berniaga kearah timur (Maluku).

12. Menetapkan kelompok politik Bugis di bawah penguasa Bone dan kelompok
politik Makassar di bawah penguasa
Makassar.

13. Mengakui kedudukan VOC sebagai
pelindung dan perantara kerajaan-
kerajaan sekutu.

Setelah Perjanjian Bungaya ditandatangani, berkatalah Raja Bone Arung Palakka kepada raja Gowa Sultan Hasanuddin sebagai berikut:

Perang kita (Bone-Gowa) sudah berakhir, Karaeng. Akan tetapi perang saya
dengan keluarga kita orang Wajo belum
selesai. Selain itu raja-raja yang menjadi sekutu Sultan Hasanuddin.

Selanjutnya