oleh

Balada Seorang Suami

Balada Seorang Suami

Seorang istri marah-marah kepada suami karena sang suami tak bisa memenuhi keinginan sang istri. Sering juga kita lihat seorang anak bicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak bisa membelikan apa yang sang anak kehendaki.

Sebelum engkau marah kepadanya, lihatlah dan renungkanlah apa yang telah dilakukan olehnya, karena tak seorang pun kepala keluarga yang tidak ingin melihat keluarganya bahagia

Tahukah dirimu kalau suamimu mungkin sering dicaci maki bosnya? Tahukah dirimu kalau suamimu mungkin sering mendapat hinaan di luar sana?

Tahukah dirimu mungkin suamimu bahkan baru saja mempertaruhkan nyawanya demi dirimu dan anak mu. Tahukah dirimu kalau suamimu mungkin sering menahan lapar demi bisa pulang membawa uang.

Sebelum engkau cemberut padanya, hitunglah dulu telah berapa juta tetes keringat engkau peras dari tubuhnya. Sebelum engkau marah padanya, tataplah lekat-lekat matanya, mungkin tanpa kamu sadari mata itu telah banyak mengeluarkan air mata demi melihat dirimu tersenyum.

Ketahuilah …

Bila sampai hari ini dia belum bisa memenuhi segala keinginanmu, itu hanya karena faktor keadaan. Tak seorang pun kepala keluarga yang tidak ingin melihat keluarganya bahagia.

Sebelum engkau marah kepadanya, lihatlah dan renungkan lah apa yg telah dilakukan oleh seorang suami. Betapa suamimu sudah kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Memang sebagian ayah tak kuasa menceritakan kepedihannya pada anak istrinya, ia telan sendiri. Karena ia tak mau anak isterinya tahu betapa susahnya ia berjuang. Karena ia hanya ingin anak istrinya bangga terhadap diri dan pekerjaannya.

Untuk para ayah di mana pun berada. Semoga lelahmu menjadi berkah, menjadi suami adalah suatu risiko yang harus diterima.

Selanjutnya