oleh

Bedah Lagu Ininnawa Sabbarae

Ininnawa Sabbara’e adalah lagu Bugis yang berisi pesan dan petuah yang sangat mendalam. Lagu ini sudah ada sejak tahun 1912 dan tidak diketahui penciptanya.

ININNAWA SABBARAE 2X
LOLONGENG GARE DECENG
ALLA TOSABBARAEDE

PITU TAUNNA SABBARA 2X
TENGGINANG KULOLONGENG
ALLA RI YASENGNGE DECENG

DECENG ENREKKI RI BOLA 2X
TEJJALI TETAPPERE
ALLA BANNA MASE-MASE

MASE-MASE IDINAGA 2X
RISURO MATTARANA
ALLA MUTEA MABELA

MABELAMPI KUTIROKI 2X
MUJOPPA ALE-ALE
ALLA MUTELLU SITINRO

TELLU MEMENGNGA SITINRO 2X
NYAWAKU NA TUBUHKU
ALLA PASSENGERENGNGEDE

SENGERENGMU PADA BULU 2X
ADATA SILAPPAE
ALLA RUTTUNGENG MANENGNGI

Selanjutnya, lirik lagu Ininnawa Sabbara’e dideskripsikan tiap bait secara jelas. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca terkait kandungan makna dari lirik lagu tersebut.

Bait I :
Ininnawa Sabbara’e 2X
Lolongeng gare’ deceng
Ala tosabbaraede

Arti :
Konon mendapatkan kebaikan
Ketulusan dan kesabaran
Jua orang penyabar

Bait pertama memberikan pesan, bahwa hantalah dengan ketulusan, kesabaran, dan ketabahan kita akan memperoleh kebaikan. Setiap pekerjaan yang diawali dengan niat, dilaksanakan dengan ketulusan dan keikhlasan.

Dengan demikian, pribadi yang senantiasa tabah dalam menghadapi ujian niscaya akan memperoleh menuai hasil yang baik. Hal ini sebagaimana yang ditekankan dengan pengulangan lirik pada baris pertama dalam bait pertama “Ininnawa Sabbara’e”.

Bait II :
Pitu taunna sabbara’ 2X
Tengginang kulolongeng
Ala riyasengnge deceng

Arti :
Tujuh Tahun Bersabar
Belumlah Kudapatkan
Jua namanya Kebaikan

Bait kedua memberikan pesan, bahwa dalam mengarungi hidup, meskipun kita berusaha dan berikhtiar selama tujuh tahun lamanya, belum tentu kita bisa memperoleh apa yang diimpikan, apalagi kalau kita tidak berusaha maka harapan itu semakin jauh.

Selain itu, dalam kata “Pitu taunna sabbara’” adalah penekanan yang menitipkan pesan bahwa tiap orang harus memiliki kesabaran besar dalam berusaha.

Bait III :
Deceng enre’ki ri bola 2X
tejjali tetappere
Ala banna mase-mase

Arti :
Kebaikan naiklah di rumah
tanpa tikar permadani
Jua dalam kesederhanaan

Bait ketiga memberikan pesan, bahwa untuk memperoleh hasil yang diharapkan maka kebaikan itu harus disambut. Kebaikan itu tidak akan datang dengan sendirinya bila kita tidak berusaha mencarinya.

Oleh karenanya kita tidak boleh jenuh dan berputus asa meskipun disambut dengan kesederhanaan. Hal ini ditekankan pada kata “Pitu taunna Deceng enre’ki ri bola” adalah penekanan yang menitipkan pesan, bahwa kebaikan haruslah disambut atau diperoleh dengan usaha yang keras.

Bait IV :
Mase-mase idi’naga 2X
Risuro mattarana
Ala mutea mabela

Artinya :
Kesederhanaan inilah
Ditasbihkan mengasuh anak
Jua engkau tak menjauh

Bait keempat memberikan pesan, bahwa meskipun kita hidup dalam kesederhanaan niscayalah bisa mendatangkan kebaikan. Kesederhanaan dalam lagu ini digambarkan dengan seorang ibu mengasuh anaknya yang tidak pernah berkeinginan untuk jauh dari anaknya.

Selain itu, dalam kata “Mase-mase idi’naga” adalah penekanan yang menitipkan pesan, bahwa dalam hidup, kesederhanaan atau keterbatasan adalah hal yang pasti ada. Namun, setiap orang harus percaya bahwa hal tersebut tentu saja akan berbuah kebaikan.

Bait V :
Mabelampi kutiroki 2X
Mujoppa ale-ale
Ala mutellu sitinro

Arti :
dari jauh kumelihatmu
Engkau berjalan sendiri
Jua engkau bertiga

Bait kelima memberikan pesan, bahwa kebaikan itu ibarat orang yang sedang berjalan walau ia terlihat sendirian, pada hakikatnya orang itu sedang bersama dengan tiga hal.

Demikian juga dengan kesuksesan seseorang yang bersumber dari jiwa yang menjunjung tinggi kesabaran dan ketabahan dalam mewujudkannya. Hal ini dikiaskan pada kata “Ala mutellu sitinro” yang berarti “jua engkau bertiga”.

Bait VI :
Tellu memengnga sitinro 2X
Nyawaku na tubuku
Ala passengerengngede

Arti:
Tiga memang saya jalan bersama
Nyawaku, dan Tubuhku
Jua amal perbuatan

Bait keenam memberikan pesan, bahwa manusia adalah mahluk yang paling mulia diciptakan Allah SWT yang dikarunai cipta, rasa, dan karsa. Kata “tellu” pada baris pertama tentu saja bentuk yang sama namun dengan makna pesan yang berbeda dengan yang terdapat pada bait kelima.

Kata “tellu” pada “Tellu memengnga sitinro” baris pertama menitipakan pesan dibalik makna, bahwa manusia tidak terpisahkan dari tiga hal yakni nyawa, jasad, dan amalan untuk mencapai kebaikan dan kebahagiaan.

Bait VII :
Sengerengmu pada bulu 2X
Adatta silappae
Alla ruttungeng manengngi

Arti:
Kebaikan setinggi gunung
walau satu kata saja
Semua akan runtuh

Bait ketujuh memberikan pesan, bahwa walaupun kebaikan dan amal perbuatan seseorang setinggi gunung, segalanya akan runtuh hanya dengan satu ucapan. “Adatta silappae” berarti satu ucapan.

Hal itu dimaksudkan perlunya menjaga lisan atau tutur kata dalam berinteraksi dalam masyarakat. Sebagaimana pepatah yang menyatakan bahwa “mulutmu, harimaumu” yang berarti ucapan seseorang sewaktu-waktu dapat melukai hati sesama apabila tidak dikontrol dengan baik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berikutnya